Wednesday, August 3, 2016

VISI DAN MISI




3.1. Visi
Penyusunan RPJM Desa Rombasan sebagai pedoman program kerja Pemerintah Desa bersama lembaga-lembaga tingkat desa dan seluruh warga masyarakat Desa Rombasan maupun para pihak yang berkepentingan. RPJM Desa sebagai Pedoman program kerja untuk masa lima tahun merupakan turunan dari sebuah cita-cita yang ingin dicapai dimasa depan oleh segenap warga masyarakat desa Rombasan. Cita-cita masa depan sebagai tujuan jangka panjang yang ingin diraih Desa Rombasan, merupakan arah kebijakan dari RPJM Desa yang dirumuskan setiap lima tahun sekali. Cita-cita masa depan desa Rombasan disebut juga sebagai Visi Desa Rombasan.

Visi Desa Rombasan disusun dari rangkaian panjang diskusi-diskusi formal maupun informal dengan segenap warga Desa Rombasan atau tokoh-tokoh masyarakat sebagai representasi dari warga masyarakat Desa Rombasan. Visi Desa Rombasan semakin mendapatkan bentuknya bersamaan dengan terlaksananya rangkaian kegiatan dan musyawarah yang dilakukan untuk menyusun RPJM Desa Tahun 2015-2020. Dalam kegiatan ini, semakin mendekatkan visi Desa Rombasan dengan kenyataan yang ada di desa dan masyarakat. Kenyataan yang dimaksud baik merupakan potensi, permasalahan maupun hambatan yang ada di desa dan masyarakatnya, yang ada pada saat ini maupun kedepan.
Bersamaan dengan penetapan RPJM Desa Rombasan, dirumuskan dan ditetapkan juga Visi Desa Rombasan dalam sebuah kalimat motto :
“ ROMBASAN RAPI KONDANG”

“ Terwujudnya Pemerintahan Desa Rombasan Yang Ramah, Punya Impian, Kondusif, Damai dan Mau Berjuang ”

Visi tersebut mengandung pengertian bahwa cita-cita yang akan dituju dimasa mendatang oleh segenap warga Desa Rombasan.

3.2.      Misi
Misi Desa Rombasan merupakan turunan dari Visi Desa Rombasan. Misi merupakan tujuan jangka lebih pendek dari visi yang menunjang keberhasilan tercapainya sebuah visi. Dengan kata lain Misi Desa Rombasan merupakan penjabaran lebih operasional dari visi. Penjabaran dari visi ini diharapkan dapat mengikuti dan mengantisipasi setiap terjadinya perubahan lingkungan di masa yang akan datang dari usaha-usaha mencapai visi Desa Rombasan.

Dalam meraih visi Desa Rombasan seperti yang sudah dijabarkan diatas dengan mempertimbangkan potensi dan hambatan baik internal maupun eksternal, maka disusunlah Misi Desa Rombasan diantaranya :
a.      Meningkatkan kualitas sumber daya manusia atas dasar iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b.      Menumbuh kembangkan potensi masyarakat (Sumber Daya Manusia).
c.      Meningkatkan dan mengembangkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
d.     Mewujudkan tatanan masyarakat yang demokratis, transparan dan akuntabel.
e.      Menjamin dan mendorong usaha-usaha untuk terciptanya pembangunan di segala bidang yang berwawasan lingkungan, sehingga usaha-usaha pembangunan berkelanjutan dan lebih terarah serta bermanfaat.
f.       Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak (Birokrasi, Akademisi, Partisipan).
g.      Meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan optimalisasi dalam pemanfaatan sumber daya alam.

3.3.   Nilai-Nilai

Nilai-nilai adalah hal-hal yang dijunjung tinggi oleh sebuah kesatuan masyarakat dalam perjalanan mewujudkan visi seperti saat ini yang sedang dilakukan oleh pemerintah desa dan seluruh warga masyarakat  Desa Rombasan. Dengan kata lain nilai merupakan prinsip sosial, tujuan, ataupun norma yang diterima oleh individu organisasi atau masyarakat.

Nilai memberikan batasan dan tujuan dalam pemilihan cara-cara yang ditempuh dalam mewujudkan visi. Atas dasar lain itu maka tidak semua cara boleh ditempuh untuk mencapai visi Desa Rombasan maka nilai utama yang dijadikan pedoman antara lain Asas kebersamaan, keterbukaan, jujur, adil, demokratis, dan dapat dipertanggung jawabkan.

Nilai-nilai tersebut harus melandasi jalannya roda pemerintahan maupun semua warga masyarakat Desa Rombasan, sehigga menjadi sebuah komunitas tingkat desa yang baik dengan karekteristik sebagai berikut:
1.      Transparan. Transparansi dibangun atas dasar kebebasan atau informasi. Adanya sifat keterbukaan bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap semua informasi terkait, seperti berbagai aturan, kebijakan pemerintah desa diberbagai kegiatan. Proses-proses, lembaga-lembaga, dan informasi secara langsung dapat diterima oleh mereka yang membutuhkan. Informasi harus dapat dipahmi dan dapat dimonitor. Pemerintah desa dalam memberikan pelayanan umum tidak membedakan atas dasar suku, agama dan ras.

2.    Dapat Dipertanggung Jawabkan (Akuntabel). Akuntabilitas adalah kewajiban untuk memberikan pertanggung jawaban atau untuk menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan seseorang/badan hukum/pimpinan kolektif suatu organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau kewenangan untuk meminta keterangan atau pertanggung jawaban. Para pembuat keputusan dalam pemerintah, sektor swasta dan masyarakat bertanggung jawab kepada publik dan lembaga-lembaga yang berkepentingan. Akuntablitas ini tergantung pada organisasi dan sifat keputusan yang dibuat, apakah keputusan tersebut untuk kepentingan internal atau eksternal organisasi.

3.    Demokratis. Demokratis dalam arti masyarakat diberikan kebebasan dalam mengemukakan pendapat, berbeda pendapat dan menerima pendapat orang lain. Akan tetapi apabila sudah menjadi keputusan harus dilaksanakan bersama-sama dengan penuh rasa tanggung jawab.

4.    Partisipatif. Setiap warga masyarakat Desa Rombasan mempunyai suara dalam pembuatan keputusan baik secara langsug maupun tidak langsung melalui perantaraan lembaga yang mewakili kepetingannya. Partisipasi tersebut dibangun atas dasar kebebasan berasosiasi dan berbicara serta berpartisipasi secara konstruktif. Prinsip pembangunan adalah dari, oleh, dan untuk rakyat. Oleh karenanya rakyat harus dilibatkan dalam setiap proses pembangunan yaitu dari perencanaan, pelaksanaan, sampai kepada pemeliharaan/pasca konstruksi.

5.    Profesional. Bagi pemerintah Desa Rombasan dalam melayani kepentingan dan kebutuhan masyarakat dan desa harus mengerjakan secara konsisten, terbuka terhadap kritik dan saran dalam rangka perbaikan kinerja pelayanan kepada masyarakat Desa Rombasan dan para pihak yang berkepentingan.

6.    Keadilan. Bagi semua pemerintahan Desa Rombasan, proporsional dalam pembagian beban kerja dan perolehan pendapatan dengan mengingat aturan yang berlaku. Bagi seluruh warga masyarakat, proposional dalam menerima pembagian beban tanggung jawab dan keuntungan baik langsung maupun tidak langsung dari kegiatan pembangunan desa yang ada

7.    Kesetaraan dan Keadilan Gender. Seluruh warga masyarakat Desa Rombasan tidak diperbolehkan membeda-bedakan perlakuan dan kesempatan atas dasar jenis kelamin dan orientasi seksual.

8.    Egaliter. Seluruh warga masyarakat Desa Rombasan mengakui bahwa pada dasarnya setiap orang mempunyai posisi dan berkedudukan yang sama.

9.    Kelestarian Lingkungan. Seluruh warga masyarakat Desa Rombasan berkewajiban menciptakan situasi dan kehidupan sosial yang ramah lingkungan.

10.     Merdeka. Semua warga masyarakat  desa Rombasan terutama pemerintah Desa Rombasan harus bebas dari campur tangan manapun, terutama pihak yang tidak berhak dan selektif dalam melakukan kerjasama dengan pihak lain.


3.4. Penyelarasan Program Pemerintah Desa dengan Pemerintah Daerah

Dokumen perencanaan pembangunan desa sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor : 25 tahun 2004 tentang Sistem Perecanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang Nomor : 6 Tahun 2014 Bab IX, Peraturan Pemerintah Nomor : 43 Tahun 2014 Bab VII, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 114 Tahun 2014 tentang pembangunan desa meliputi dokumen perencanaan jangka menengah desa (6 tahun) dan perecanaan tahunan (1 tahun ). 
Dokumen perencanaan tersebut memiliki keterkaitan satu dengan yang lain. Keterkaitan tersebut adalah mutlak untuk menjamin kesinambungan dan keselarasan program pembangunan di desa dengan program pembangunan daerah. Disamping itu kegiatan perencanaan merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hirarkis dengan penganggaran desa dalam manajemen pemerintahan desa.
Relevansi perencanaan dan penganggaran desa adalah instrument strategis untuk mengarahkan dan membiayai penyelenggaraan pemerintahan desa dan meningkatkan pelayanan publik. Substansi penting perencanaan desa adalah tujuan yang ingin dicapai dan strategi atau cara untuk mencapai tujuan pembangunan dan pemerintahan desa. Sedangkan penganggaran desa adalah penyusunan daftar pendapatan dan belanja desa sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan operasional penyelenggaraan pembangunan dan pemerintahan desa.
Pada dasarnya perencanaan kebijakan, program dan kegiatan pembangunan desa harus memperhatikan kemampuan sumber daya dan dananya, bukan tuntutan keinginan desa dan masyarakat semata. Dasar pertimbangan lainnya adalah tingkat multiplier effect dari masing-masing program dan kegiatan sehingga program dan kegiatannya dapat mendukung pencapaian visi dan misi Pembangunan Desa Rombasan.

No comments:

Post a Comment

Menata Desa Wisata Dengan Kearifan Lokal

Desa Rombasan merupakan salah satu desa yang ditunjuk oleh pemerintah Kabupaten Sumeneo menjadi desa rintisan wisata. Hal ini dilihat dari ...