Wednesday, August 3, 2016

Berita Kegiatan KKN 27 di media jatim.co












http://jatim.co/2016/07/22/kkn-utm-bantu-warga-bikin-selai-buah-naga/

Berita Potensi Desa Rombasan

http://portalmadura.com/madura-berpotensi-kembangkan-agrowisata-buah-naga-55281

Inovasi Buah Naga



KKN-27 UTM 2016, Temukan Produk Olahan Buah Naga
Sumenep- KKN Tematik Universitas Trunojoyo Madura kembali melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat tentang pengolahan produk hasil pertanian, kali ini di laksanakan oleh kelompok 27 yang di tempatkan di Desa Rombasan, Kecamatan Pragaan, kabupaten Sumenep. Dengan banyaknya bahan baku yang melimpah di Desa Rombasan seperti buah naga, siwalan, anggur, pisang dan kacang. nantinya masyarakat akan di paparkan bagaimana cara  pengolahan, inovasi dan  pemasarannya. Pemaparan pelatihan pengolahan ini di titik beratkan terhadap buah yang melimpah seperti buah naga, pisang, siwalan dan kacang tanah. karena  potensi di Desa Rombasan ini memang buah tersebut dan juga masyarakat lebih banyak bertani di komuditas itu.
Dalam program kerja utama KKN-27 mengfokuskan pengolahan hasil buah naga, karena memang buah naga ketika musim di Rombasan sangat melimpah dan harga jualnya pun sangat murah.  Ketika di jadikan produk maka hasilnya pun melebihi harga pembelian buah tersebut dan akan menambah kesejahteraan masyarakat, ujar vinda marsha yang juga penanggung jawab program olahan stik buah naga.
Karena buahnya sangat melimpah ketika musim, tim dari pertanian melakukan inovasi olahan buah naga seperti dodol dan stik buah naga, karena ketika buah naga di olah menjadi suatu produk maka hasilnya akan menambah daya jual buah naga itu sendiri dn bisa menigkatkan kesejahteraan warga. Pendapat tersebutpun di benarkan oleh muhlis hidayat kepala Desa Rombasan, ‘’Program kerja dodol buah naga dan stik buah naga ini sangat luar biasa karena bisa menarik konsumen dari yang idak suka buah naga menjadi suka, karena memag olahan ini sangat enak’’ ujar bapak tersebut.

Respon masyarakatpun dalam Pembuatan produk olahan buah naga pun sangat baik, bahkan warga pun sangat antusias dan ingin belajar cara pengolahan dodol dan stik buah naga.

Pelatihan public speaking dan jurnalistik

















Pelatihan public speaking dan jurnalistik
Pentingnya berbicara di depan umum dan menulis berita di era globalisasi ini sangatlah penting, untuk menigkatkan sumber daya manusia yang ada di desa Rombasan, Kecamatan Pragaan, kabupaten Sumenep. Untuk menyiapkan sumber daya manusia yang hebat peserta di tuntut untuk bisa menulis berita dan berani berbicara didepan umum. Program pelatihan public speaking dan jurnalistik ini memungkinkan kami sekelompok membuat kegiatan pelatihan kepada siswa M.ts dan M.A. pelatihan yang bertajuk hebat dalam berbicara dan terampil menulis ini bertujuan untuk meningkatkan keahlian dalam hal berkomunikasi. Kegiaan ini juga atas saran kepala desa rombasan untuk meyiapkan smber daya manusia yang hebat dalam dua bidang tersebut. Acara ini dilakukan pada tanggal 29/07/2016.
Kegiatan tersebut mendapat respon yang baik oleh peserta pelatihan sehingga suasana kegiatan bagus dan dapat di terima semua pihak, acara yang bertepatan di gedung M.Ts Al-Ghazali ini mendapat respon yag baik dari beberapa guru dan kepala lembaga di desa tersebut. Dalam pelatihan ini juga peserta di tuntut harus bisa melakukan bagaimana cara berbicara di depan umum dengan model pidato singkat, awalnya  pemateri memamparkan matri tentang bagaimana cara atau trik komunikasi di depan umum.
Untuk sesi yang kedua di isi oleh pelatihan menulis yang sub temanya cara menulis berita dan mmenulis opini, dalam kegiatan ini peserta di beri saran bagaimana membuat judul beritta, isi berita dan car penyebaran berita. Peserta dalam hal ini pun sangat antusias karena langsung bisa praktik. Di harapkan program ini berkelanjutan dan semoga bisa membantu umber daya manusia rombasan bisa berkembang. Dengan adanya pelatihan ini juga peserta di harapkan bisa menulis berita yang bisa di publish di media.

Kerajinan Bambu



Kerajinan Bambu
Desa rombasan kaa kaya akan sumber daya alam di bidang pertnian, Bambu adalah sesuatu bahan yang melimpah. Program kerja kkn utm adalah kerajinan bambu, dalam program kerja ini bertujuan untuk melatih kratifitas warga desa rombasan untuk bia lebih kreativ dan bisa memanfaakan bahan yang tidakberguna untuk di sulap menjadi barang yang bernilai ekonomis tinggi. Dalam perjlanannya kegiatan ini dilakukan di akhir minggu ke-3 dalam kegiatan ini masyarakat di bombing untuk bisa membuat asbak, gelas dan vas bunga dari bambu.
Respon bapak kepala desa pun sangat baik bahkan dalam pembuatan kerajinan bambu, kita di damping unuk membuat dan proses pengecatan hasil kerajinan bambu, karena memang kepala desa rombasan suka dalam hal yan berbau kreaivitas. Kegiatan ini diharapkan bisa maksimal dan langsug menyentuh ke pemuda untukmenjadikan berang yang kurang bernilai di ubah menjadi barang yang benilai ekonomis tinggi.

Bakti sosial bersama warga rombasan

Bakti sosial bersama warga rombasan
Bakti sosial yang di lakukan kelompok 27 UTM tahun 2016, melaksanakan kegiatan   tambahan bertajuk bersih desa rombasan, bkti social di bidang kebersihan ini melibatkan warga dan karang taruna. Dalam hal ini masyarakat di tuntut untuk bisa bergotong royong membersihkan lingkungan antara lain membersihkan lingkungan warga sampai membersihkan pemakaman.
Bakti sosial pun mendapat respon yang baik oleh arga karena dalam kerj bakti tersebut masyarakat sangat antusias dalam hal bersih desa, program yang di gagas kelompok 27 kkn 2016 di harpakan bisa di lanjutkan oleh warga sekitar sehingga warga bisa bersih desa dan bisa enjaga kebersihan linkungan. Gagasan ini pun di sampaikan temen-temen kkn dalam pertemuan dengan kepala desa dan perangkat desa dan pihak pemerintah desa pun menyetuijui untuk melajutkan bersih-bersih desa setiap hari jumat paggi. Kegiatan ini pun di respon sangat baik oleh masyarakat sekitar, harpan kami semoga program ini bisa di lanjukan warg arombasan walupun kkn telah usai.

VISI DAN MISI




3.1. Visi
Penyusunan RPJM Desa Rombasan sebagai pedoman program kerja Pemerintah Desa bersama lembaga-lembaga tingkat desa dan seluruh warga masyarakat Desa Rombasan maupun para pihak yang berkepentingan. RPJM Desa sebagai Pedoman program kerja untuk masa lima tahun merupakan turunan dari sebuah cita-cita yang ingin dicapai dimasa depan oleh segenap warga masyarakat desa Rombasan. Cita-cita masa depan sebagai tujuan jangka panjang yang ingin diraih Desa Rombasan, merupakan arah kebijakan dari RPJM Desa yang dirumuskan setiap lima tahun sekali. Cita-cita masa depan desa Rombasan disebut juga sebagai Visi Desa Rombasan.

Visi Desa Rombasan disusun dari rangkaian panjang diskusi-diskusi formal maupun informal dengan segenap warga Desa Rombasan atau tokoh-tokoh masyarakat sebagai representasi dari warga masyarakat Desa Rombasan. Visi Desa Rombasan semakin mendapatkan bentuknya bersamaan dengan terlaksananya rangkaian kegiatan dan musyawarah yang dilakukan untuk menyusun RPJM Desa Tahun 2015-2020. Dalam kegiatan ini, semakin mendekatkan visi Desa Rombasan dengan kenyataan yang ada di desa dan masyarakat. Kenyataan yang dimaksud baik merupakan potensi, permasalahan maupun hambatan yang ada di desa dan masyarakatnya, yang ada pada saat ini maupun kedepan.
Bersamaan dengan penetapan RPJM Desa Rombasan, dirumuskan dan ditetapkan juga Visi Desa Rombasan dalam sebuah kalimat motto :
“ ROMBASAN RAPI KONDANG”

“ Terwujudnya Pemerintahan Desa Rombasan Yang Ramah, Punya Impian, Kondusif, Damai dan Mau Berjuang ”

Visi tersebut mengandung pengertian bahwa cita-cita yang akan dituju dimasa mendatang oleh segenap warga Desa Rombasan.

3.2.      Misi
Misi Desa Rombasan merupakan turunan dari Visi Desa Rombasan. Misi merupakan tujuan jangka lebih pendek dari visi yang menunjang keberhasilan tercapainya sebuah visi. Dengan kata lain Misi Desa Rombasan merupakan penjabaran lebih operasional dari visi. Penjabaran dari visi ini diharapkan dapat mengikuti dan mengantisipasi setiap terjadinya perubahan lingkungan di masa yang akan datang dari usaha-usaha mencapai visi Desa Rombasan.

Dalam meraih visi Desa Rombasan seperti yang sudah dijabarkan diatas dengan mempertimbangkan potensi dan hambatan baik internal maupun eksternal, maka disusunlah Misi Desa Rombasan diantaranya :
a.      Meningkatkan kualitas sumber daya manusia atas dasar iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b.      Menumbuh kembangkan potensi masyarakat (Sumber Daya Manusia).
c.      Meningkatkan dan mengembangkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
d.     Mewujudkan tatanan masyarakat yang demokratis, transparan dan akuntabel.
e.      Menjamin dan mendorong usaha-usaha untuk terciptanya pembangunan di segala bidang yang berwawasan lingkungan, sehingga usaha-usaha pembangunan berkelanjutan dan lebih terarah serta bermanfaat.
f.       Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak (Birokrasi, Akademisi, Partisipan).
g.      Meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan optimalisasi dalam pemanfaatan sumber daya alam.

3.3.   Nilai-Nilai

Nilai-nilai adalah hal-hal yang dijunjung tinggi oleh sebuah kesatuan masyarakat dalam perjalanan mewujudkan visi seperti saat ini yang sedang dilakukan oleh pemerintah desa dan seluruh warga masyarakat  Desa Rombasan. Dengan kata lain nilai merupakan prinsip sosial, tujuan, ataupun norma yang diterima oleh individu organisasi atau masyarakat.

Nilai memberikan batasan dan tujuan dalam pemilihan cara-cara yang ditempuh dalam mewujudkan visi. Atas dasar lain itu maka tidak semua cara boleh ditempuh untuk mencapai visi Desa Rombasan maka nilai utama yang dijadikan pedoman antara lain Asas kebersamaan, keterbukaan, jujur, adil, demokratis, dan dapat dipertanggung jawabkan.

Nilai-nilai tersebut harus melandasi jalannya roda pemerintahan maupun semua warga masyarakat Desa Rombasan, sehigga menjadi sebuah komunitas tingkat desa yang baik dengan karekteristik sebagai berikut:
1.      Transparan. Transparansi dibangun atas dasar kebebasan atau informasi. Adanya sifat keterbukaan bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap semua informasi terkait, seperti berbagai aturan, kebijakan pemerintah desa diberbagai kegiatan. Proses-proses, lembaga-lembaga, dan informasi secara langsung dapat diterima oleh mereka yang membutuhkan. Informasi harus dapat dipahmi dan dapat dimonitor. Pemerintah desa dalam memberikan pelayanan umum tidak membedakan atas dasar suku, agama dan ras.

2.    Dapat Dipertanggung Jawabkan (Akuntabel). Akuntabilitas adalah kewajiban untuk memberikan pertanggung jawaban atau untuk menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan seseorang/badan hukum/pimpinan kolektif suatu organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau kewenangan untuk meminta keterangan atau pertanggung jawaban. Para pembuat keputusan dalam pemerintah, sektor swasta dan masyarakat bertanggung jawab kepada publik dan lembaga-lembaga yang berkepentingan. Akuntablitas ini tergantung pada organisasi dan sifat keputusan yang dibuat, apakah keputusan tersebut untuk kepentingan internal atau eksternal organisasi.

3.    Demokratis. Demokratis dalam arti masyarakat diberikan kebebasan dalam mengemukakan pendapat, berbeda pendapat dan menerima pendapat orang lain. Akan tetapi apabila sudah menjadi keputusan harus dilaksanakan bersama-sama dengan penuh rasa tanggung jawab.

4.    Partisipatif. Setiap warga masyarakat Desa Rombasan mempunyai suara dalam pembuatan keputusan baik secara langsug maupun tidak langsung melalui perantaraan lembaga yang mewakili kepetingannya. Partisipasi tersebut dibangun atas dasar kebebasan berasosiasi dan berbicara serta berpartisipasi secara konstruktif. Prinsip pembangunan adalah dari, oleh, dan untuk rakyat. Oleh karenanya rakyat harus dilibatkan dalam setiap proses pembangunan yaitu dari perencanaan, pelaksanaan, sampai kepada pemeliharaan/pasca konstruksi.

5.    Profesional. Bagi pemerintah Desa Rombasan dalam melayani kepentingan dan kebutuhan masyarakat dan desa harus mengerjakan secara konsisten, terbuka terhadap kritik dan saran dalam rangka perbaikan kinerja pelayanan kepada masyarakat Desa Rombasan dan para pihak yang berkepentingan.

6.    Keadilan. Bagi semua pemerintahan Desa Rombasan, proporsional dalam pembagian beban kerja dan perolehan pendapatan dengan mengingat aturan yang berlaku. Bagi seluruh warga masyarakat, proposional dalam menerima pembagian beban tanggung jawab dan keuntungan baik langsung maupun tidak langsung dari kegiatan pembangunan desa yang ada

7.    Kesetaraan dan Keadilan Gender. Seluruh warga masyarakat Desa Rombasan tidak diperbolehkan membeda-bedakan perlakuan dan kesempatan atas dasar jenis kelamin dan orientasi seksual.

8.    Egaliter. Seluruh warga masyarakat Desa Rombasan mengakui bahwa pada dasarnya setiap orang mempunyai posisi dan berkedudukan yang sama.

9.    Kelestarian Lingkungan. Seluruh warga masyarakat Desa Rombasan berkewajiban menciptakan situasi dan kehidupan sosial yang ramah lingkungan.

10.     Merdeka. Semua warga masyarakat  desa Rombasan terutama pemerintah Desa Rombasan harus bebas dari campur tangan manapun, terutama pihak yang tidak berhak dan selektif dalam melakukan kerjasama dengan pihak lain.


3.4. Penyelarasan Program Pemerintah Desa dengan Pemerintah Daerah

Dokumen perencanaan pembangunan desa sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor : 25 tahun 2004 tentang Sistem Perecanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang Nomor : 6 Tahun 2014 Bab IX, Peraturan Pemerintah Nomor : 43 Tahun 2014 Bab VII, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 114 Tahun 2014 tentang pembangunan desa meliputi dokumen perencanaan jangka menengah desa (6 tahun) dan perecanaan tahunan (1 tahun ). 
Dokumen perencanaan tersebut memiliki keterkaitan satu dengan yang lain. Keterkaitan tersebut adalah mutlak untuk menjamin kesinambungan dan keselarasan program pembangunan di desa dengan program pembangunan daerah. Disamping itu kegiatan perencanaan merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hirarkis dengan penganggaran desa dalam manajemen pemerintahan desa.
Relevansi perencanaan dan penganggaran desa adalah instrument strategis untuk mengarahkan dan membiayai penyelenggaraan pemerintahan desa dan meningkatkan pelayanan publik. Substansi penting perencanaan desa adalah tujuan yang ingin dicapai dan strategi atau cara untuk mencapai tujuan pembangunan dan pemerintahan desa. Sedangkan penganggaran desa adalah penyusunan daftar pendapatan dan belanja desa sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan operasional penyelenggaraan pembangunan dan pemerintahan desa.
Pada dasarnya perencanaan kebijakan, program dan kegiatan pembangunan desa harus memperhatikan kemampuan sumber daya dan dananya, bukan tuntutan keinginan desa dan masyarakat semata. Dasar pertimbangan lainnya adalah tingkat multiplier effect dari masing-masing program dan kegiatan sehingga program dan kegiatannya dapat mendukung pencapaian visi dan misi Pembangunan Desa Rombasan.

Menata Desa Wisata Dengan Kearifan Lokal

Desa Rombasan merupakan salah satu desa yang ditunjuk oleh pemerintah Kabupaten Sumeneo menjadi desa rintisan wisata. Hal ini dilihat dari ...