Tuesday, July 19, 2016

Produk jenang buah naga dan selai kacang di Desa Rombasan


















Pelatihan Olahan Dodol  Buah Naga
KKN Tematik Universitas Trunojoyo Madura kembali melaksanakan pengabdian kepada masyarakat tentang pentingnya inovasi dan pengolahan hasil pertanian, kali ini di laksanakan oleh kelompok 27 yang di tempatkan di Desa Rombasan, Kecamatan Pragaan (22/07/2016). Dalam acara tersebut juga di hadiri oleh kelompok PKK, kelompok tani perempuan, dan masyarakat sekitar. Pelatihan ini akan di titik beratkan ke dalam ranah pengolahan hhasil pertanian sampai bagaimana caranya produk  tersebut di kemas sampai di pasarkan, karena pada saat buah tersebut musim harga komuditas anjlok.
Dengan banyaknya bahan baku yang melimpah di Desa Rombasan seperti buah naga, siwalan, anggur, pisang dan kacang. nantinya masyarakat akan di paparkan bagaimana cara  pengolahan, inovasi dan  pemasarannya. Pemaparan pelatihan pengolahan ini di titik beratkan terhadap buah yang melimpah seperti buah naga, pisang, siwalan dan kacang tanah. karena  potensi di Desa Rombasan ini memang buah tersebut dan juga masyarakat lebih banyak bertani di komuditas itu.
Dalam acara tersebut warga langsung di libatkan untuk mengolah sampai menjadi suatu produk. pelatihan tersebut di bagi dua kelas yaitu pelatihan jenang buah naga dan buah siwalan, untuk kelas yang kedua di isi dengan pelatihan pembuatan selai pisang dan selai kacang, yang di instrukturi  langsung oleh dua mahasiswi dari program studi Teknologi Industri Pertanian UTM. Peserta pun sangat antusias dan gembira dalam acara tersebut menurut salah satu peserta ibu Rusdiyatun “program ini sangat bagus, nantinya akan membuat warga sini lebih inovatif dan mengerti pengolahan lebih baik”, ujarnya dalam sela-sela acara. Respon baik ini semoga bisa membuat home industri di bidang pertanian, sehingga cita-cita kesejahteraan masyarakat pun tercapai dengan baik. Pelatihan seperti ini pun sesuai Dengan tema besar KKN tematik UTM 2016 yang mengharuskan peserta memberikan pelatihan sehingga bisa memberikan kesejahteraan langsung bagi masyarakat dan juga bisa mandiri dengan membuat industri rumahan yang bisa langsung di pratekkan.

Kegiatan dibidang pertanian di Desa Rombasan



Sharing-Haring Bersama Kelompok Tani
Potensi  alam Desa rombasan, kecamatan Pragaan, kabupaten Sumenep memang tidak ada habisnya. Selain banyaknya perkebunan buah naga, komuditas lain yang banyak terlihat di sepanjang desa Rombasan adalah pohon kelapa, cabe jamu dan pohon siwalan. Hal ini memungkinkan pertanian dan perkebunan sangat cocok bagi masyarakat yang ingin bercocok tanam karena memang di desa rombasan tanhnya subu dan jenisnya alluvial yaitu lumpur bepasir.
Selain itu Potensi ini di dukung oleh beberapa kelompok tani yang ada di desa Rombasan sehingga pertanian disini sangtlah maju dan modern, tiap dusun di desa Rombasan mempunyai kelompok tani masing-masing kelompok tani di beri bantuan dari pemerintah mulai dari pupuk bantuan semprot dan bntuan traktor. Setiap kelompok tani di beri pengarahana langsung oleh dinas peanian dan perkebunan kabupaten Sumenep. Hal ini membuat masyarakat pun bisa di atur sehingga perekonomian di sini bagus dan merata dalam bidang pertanian.
Kelompok KKN UTM Tematik bersama kelompok tani bersinergi bekerjasama dalam bidang pembuatan struktur administraif yang ada di dalam kelompok tani di dua dusun desa Rombasan. Kami sharing tentang masalah yang di hadapi dalam pertanian baik dari segi proses berkebun sampai proses bagaimana menjual hasil pertanian. Dalam hal ini temen-temen dari prodi pertanian yang ada di kelompok kami mencoba berbagi ilmu yang di dapat selama kuliah.
Selain buah naga, cabe jamu adalah komuditas paling bagus di kembangkan di desa ini, menurut pak rizal ketua kelompok tani yang berada di dusun kembang beranggapan cabe jamu adalah komuditas yang sangat bagus untuk di kembangkan,ujarnya dalam beberpa waktu yng lalu. selain gampang di pelihara cabe jamu sangat mahal ketika di jual. Mereka menjual ke pengepul searga Rp. 30.000. Cabe jamu berhasiat untuk bahan utama jamu, dalam pengembangan komuditas ini sangatlah bagus dan cocok di tanaman madura karena memang jenis tanaman dan tanah cocok di tanam di Madura khususnya kabupaten Sumenep.

Kelompok KKN 27 di Desa Rombasan Pragaan


Kegiatan Mengajar MI (Madrasah Ibtidaiyah) di Desa Rombasan
























Kegiatan mengajar MI (Madrasah Ibtidaiyah) di Desa Rombasan dilakukan setiap hari. Siswa-siswi desa Rombasan sangat ramah dan sopan. Siswa-siswi MI desa Rombasan juga mudah memahami setiap materi yang teman-teman KKN sampaikan.

Buah Naga Jadi Tanaman Alternatif Saat Tembakau Terpuruk


Dalam lima tahun terakhir, tanaman tembakau tak sesukses di era 80-an. Sebab, harga tembakau anjlok bahkan ada yang dijual seharga Rp 5 ribu/kg. Pasca terpuruknya tembakau, sebagian petani beralih ke tanaman alternatif. Misalnya, petani desa Rombasan Kecamatan Pragaan yang kini beralih ke manaman buah naga yang konon berkhasiat ini. Mengapa?

Memasuki Desa Rombasan, bagi kita yang tidak pernah memasukinya akan keheranan. Sebab, disepanjang jalan desa kita akan menemui suasana yang berbeda dengan desa lain di Sumenep bahkan di Madura. Sebab, di sana, kini tumbuh subur tanaman buah naga. Kemunculan buah naga ini telah ada di Desa Rombasan sejak tahun 2005 lalu.

Pemdes Rombasan sudah menyarankan warganya beralih ke tanaman alternatif di luar tembakau. Bahkan, Kades Rombasan pun didaulat menjadi penggerak tanaman yang semula subur di negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) alias Cina itu.

Dragon Fruit atau populer disebut buah naga (buah dari tanaman hylocereus undatus). Species ini tergolong baru di Indonesia. Awalnya, tanaman ini tumbuh di negeri asalnya, RRT. Di RRT lazim disebut thang-loy (buah purba). Warga RRT menganggap buah ini membawa berkah dan sering muncul di acara pemujaan.

Selain di RRT, orang-orang suku Indian dan penduduk Mexico juga mengkonsumsi buah ini. Mereka menyebutnya dengan pitaya roja atau pitaya merah. Buah ini tergolong elit dan mahal terutama di Vietnam dan Thailand. Selain itu, buah naga dihasilkan tanaman sejenis kaktus. Buah ini mempunyai sulur batang yang tumbuh menjalar. Batangnya berwarna hijau dengan dengan bentuk segi tiga. Bunganya besar, berwarna putih, harum, dan mekar di malam hari. Setelah bunga layu, akan terbentuk bakal buah yang menggelantung di setiap batangnya.

Kultivar aslinya, tanaman ini berasal dari hutan teduh. Orang biasanya memperbanyak tanaman dengan cara stek atau menyemai biji. Tanaman akan tumbuh subur jika media tanam porous (tidak becek), kaya akan unsur hara, berpasir, cukup sinar matahari dan bersuhu antara 38o-40o C. Jika perawatan cukup baik, tanaman akan mulai berbuah pada umur 11- 17 bulan.

Menata Desa Wisata Dengan Kearifan Lokal

Desa Rombasan merupakan salah satu desa yang ditunjuk oleh pemerintah Kabupaten Sumeneo menjadi desa rintisan wisata. Hal ini dilihat dari ...