Saturday, August 12, 2017

Menata Desa Wisata Dengan Kearifan Lokal

Desa Rombasan merupakan salah satu desa yang ditunjuk oleh pemerintah Kabupaten Sumeneo menjadi desa rintisan wisata. Hal ini dilihat dari potensi buah local seperti buah naga, siwalan, dan kelapa yang tumbuh subur di wilayah Desa Rombasan dan kekayaan budaya Madura yang masih terjaga baik hingga saat ini.

                Dengan dijadikannya desa rintisan wisata, Kepala Desa Rombasan (Muhlis Hidayat) mulai menganggarkan dana untuk pembangunan desa wisata tersebut dibantu oleh perangkat-perangkat desanya, warga Rombasan, dan ASIDEWI Sumenep (Asosiasi Desa Wisata Indonesia). Langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah Desa Rombasan yakni disediakannya lahan kurang lebih 2 hektar untuk penanaman buah naga, kelapa kopyor, kelengkeng, durian, dan masih banyak lagi untuk rencana wisata petik buah.

Kebun Buah Naga Desa Rombasan (Sumber : KKN 46 UTM, 2017)

Selain itu juga, di Desa Rombasan kebudayaan Madura masih terjaga betul hingga saat ini. Hal ini dapat dilihat masih adanya warga Rombasan yang menjadi seniman Madura yang hingga saat ini masih eksis dalam pentas-pentas seni Madura baik di Madura sendiri hingga ketingkat nasional. Dan adanya bengkel gamelan satu-satunya di Madura yang karyanya sudah diakui oleh para seniman-seniman di Madura maupun diluar Madura dalam hal penciptaan alat music gamelan.
                Para pemuda Rombasan juga ikut serta dalam pembangunan desa wisata tersebut. Masih banyak pemuda asli Desa Rombasan yang masih aktif dalam karang taruna dan komunitas musik daul atau seni musik asli Madura yang kiprahnya bukan hanya di kecamatan Pragaan tapi juga terkenal se Madura.
Bengkel Gamelan Desa Rombasan (Sumber : KKN 46 UTM, 2017)

Adanya kekayaan budaya tersebut dapat membantu dalam membangun desa wisata yang sesuai dengan keinginan Pemerintah Desa Rombasan sehingga nantinya layak dijual kepada para wisatawan yang berkunjung ke Desa Rombasan. Hal ini juga didukung dengan adanya 7 rumah adat Madura yang telah berumur lebih dari 100 tahun yang masih terjaga hingga saat ini. Rumah adat Madura tersebut atau yang sering disebut Tanean Lanjeng sehingga nantinya rumah adat tersebut dapat dijadikan homestay untuk para wisatawan yang berkunjung dan ingin bermalan di Desa Rombasan.

Rumah Adat Tanean Lanjeng (Sumber : KKN 46 UTM, 2017)

Friday, August 11, 2017

Kondisi Ekonomi Desa Rombasan

Kegiatan ekonomi masyarakat Desa Rombasan yang merupakan pendukung utama terhadap perkembangan perekonomian masyarakat dan menjadi salah satu usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kegiatan ekonomi yang bekembang di Desa Rombasan diantaranya:
Sarana Prasarana Kegiatan Ekonomi
No.
Unit Usaha
Jumlah
(unit/kelompok)
1.
Koperasi Simpan Pinjam
1 Kelompok
2.
Kelompok Simpan Pinjam
2 Kelompok
3.
Kelompok Ternak
2 Kelompok
4.
Industri Rumah Tangga/Jahit/Meubel
6 Unit
5.
Usaha Angkutan
6 Unit
6.
Perdagangan/Toko/Kios/Warung
24 Unit
7.
Kelompok Tani
3 Kelompok
8.
Usaha Jasa Service Sepeda Motor/ Tambal Ban
2 Unit
9.
Usaha Serbuk Batu Putih
2 Unit
10.
Usaha Perdagangan Palawijaya
2 Unit
11.
Usaha Material Bangunan
2 Unit

Jumlah Total
52

a)    Potensi Sumber Daya Manusia
Penduduk Desa Rombasan sebanyak 821 jiwa, terdiri dari 392 jiwa laki-laki dan sebanyak 429 jiwa perempuan. Modal dasar sumber daya manusia dalam mendorong pergerakan perekonomian yang ada didesa rombasan yaitu:
1.       Adanya sarjana/tamat perguruan tinggi sebanyak 18 jiwa.
2.       Besarnya sumber daya perempuan usia produktif sebagai tenaga produktif dapat mendorong potensi industri rumah tangga.
3.       Kemampuan bertani yang diturunkan oleh orang tua kepada anak cucu.
4.       Kemampuan membuat kerajinan handycraft dan makanan olahan.
5.       Mata pencaharian penduiduk yang beraneka ragam, diantaranya:

Jumlah Penduduk Menurut Pekerjaan
No.
Macam Pekerjaan
Jumlah
1.
Petani/Pekerjaan
309
2.
Buruh Tani
88
3.
Pegawai Negeri SIpil
3
4.
Pengrajin
102
5.
Pedagang
23
6.
Buruh Harian Lepas
24
7.
Transportasi
2
8.
Wiraswasta
20
9.
Peternak
78
10.
Guru
3

Jumlah Total
652
Sumber: Data Survei Potensi ekonomi Desa Rombasan, Nopember 2014
b)      Potensi Sumber Daya Alam
Tata guna lahan Desa Rombasan Sebagaian besar adalah wilayah pertanian, perkebunan, peternakan, pemukiman penduduk, pertokoan, sekolahan. Semua ini merupakan potensi bagi Desa Rombasan untuk mengembangkan wilayah dan masyarakat kearah kemajuan yang lebih berarti. Dari tata guna lahan yang ada yang paling dominan di Desa Rombasan berupa pertanian, perkebunan, dan peternakan.
4. Potensi Kelembagaan yang ada di Desa Rombasan
Modal dasar kelembagaan yang ada didesa Rombasan diantaranya:
1.       Hubungan yang kondusif antara Kepala Desa, Perangkat Desa, dan Masyarakat.
2.       Adanya kelembagaan baik tingkat desa ataupun dusun, misal BPD, LPMD, PKK Desa, Posyandu, Kelompok Tani, Kelompok Nelayan, Gapoktan, Lembaga Pelatihan Keterampilan Bahasa (LPK Bahasa), Lembaga Keuangan Mikro, Sanggar Nacita Ikatan Pelajar Kreatif  dimana kegiatan-kegiatan tersebut merupakan modal atau potensi yang kuat dalam membangun Desa Rombasan dan dapat di jadikan wahana transfer pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berkesinambungan. Sehingga diharapkan dapat menjadi embrio bagi kelanjutan pembangunan.

3.       Sarana dan prasarana pemerintahan yang ada di wilayah Desa Rombasan berupa kantor desa, jalan kampung, jembatan, selokan (saluran drainase). Dalam perkembangannya terdapat banyak perubahan berkaitan dengan perubahan tata guna lahan yang juga harus dibarengi dengan perubahan kegiatan infrastruktur (lingkungan) baik itu berupa pembangunan, rehab-rehab ataupun perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan. 

Pelatihan Pembuatan Produk Turunan Buah Pisang, Siwalan, dan Buah Naga

KKN 46 UTM melakukan kegiatan pelatihan pembuatan produk turunan dari buah pisang dan buah naga kepada ibu-ibu warga Desa Rombasan Kecamatan Pragaan. Pelatihan produk tersebut kurang lebih dihadiri 40 ibu-ibu yang ada di desa tersebut. Acara tersebut mengundang Bapak Askur Rahman, S. TP., MP selaku pemateri pada pelatihan pembuatan produk turunan dari buah pisang dan buah naga, Sabtu (29/7).
Pelatihan pembuatan produk ini dimulai pukul 10.00 WIB yang dilaksanakan di Balai Desa Rombasan Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep. Pelatihan dimulai dari pembuatan produk Fruit Leather Buah Naga dan Pisang, Ice Cream Pisang , dan Selai Pisang. Pemilihan bahan baku berupa buah naga dan pisang dipilih dikarenakan Desa Rombasan merupakan sentra penghasil buah naga dan juga pisang. Pemanfaatan potensi lokal dipilih guna peningkatan ekonomi masyarakat desa tersebut yang mana umumnya di Desa Rombasan hanya menjual buah tersebut langsung tanpa mengolahnya terlebih dahulu. Sehingga dengan pelatihan pembuatan produk ini akan ada nilai tambah dari buah pisang dan buah naga yang nantinya akan meningkatkan harga jual dari kedua buah ini. Selain dapat meningkatkan nilai tambah dari kedua buah tersebut, pelatihan ini juga ditujukan untuk memanfaatkan melimpahnya buah naga dan pisang khususnya pada musim panen sehingga harganya tidak anjlok pada saat panen.


Pelatihan Pembuatan Produk Bersama Ibu ibu Warga Rombasan (Sumber : KKN 46 UTM, 2017)

Thursday, August 10, 2017

SELAYANG PANDANG DESA ROMBASAN PRAGAAN SUMENEP




Sumber : KKN 46 UTM, 2017

 Istilah kata “Rombasan” menurut Legenda berasal dari kata Harum dan Masam. Kata Harum disini menurut cerita dulu pernah ada seorang bidadari yang selalu muncul pada malam jum’at manis disebuah sumur tua yang diberi mana Sumur Kolor. Sumur tersebut  tidak pernah diketahui siapa penggalinya dan mata airnyapun dikenal tidak pernah habis waktu dalam kemarau panjang. Menurut cerita Bidadari yang selalu muncul tersebut aroma harumnya tercium ke beberapa rumah penduuduk yang ada didekat sumur Kolor. Kedatangan bidadari tersebut kata orang-orang terdahulu hanyalah untuk mandi disumur tersebut. Hingga saat ini Penduduk Desa Rombasan Kecamatan Pragaann Kabupaten Sumenep masih tetap mengkeramatkan sumur tua tersebut dan manfaatnya sangat besar sekali untuk kebutuhan rumah tangga dan pengairan.


Sumur Kolor Desa Rombasan (Sumber : KKN 46 UTm, 2017)


Kata masam sendiri konon katanya diambil dari sejarah gadis-gadis desa Rombasan yang terkenal cantik-cantik mempunyai hobi rujak buah-buahan rasa masam untuk tetap menjaga kemolekannya. Menurut cerita buah-buahan rasa masam terbukti menjaga kelangsingan tubuh sehingga pada saat itu  banyak perjaka desa tetangga yang berdatangan untuk mendapatkan cinta gadis-gadis Desa Rombasan. Oleh karena itu sejarah makan rujak tersebut membudaya terhadap gadis-gadis desa hingga saat ini.
Wilayah Desa Rombasan secara Topografi wilayah desa Rombasan berada pada ketinggian 0 – 84 m dari permukaan air laut, dimana kondisi daratan dengan kemiringan <3% sebanyak 2223 Ha dan berombak dengan kemiringan 3.1 – 15% sebanyak 25 Ha.
Angka curah hujan rata-rata cukup rendah, sebesar 1.112,4 mm pertahun sebagaimana daerah lain di Indonesia, Desa Rombasan beriklim tropis dengan tingkat kelembaban udara lebih kurang  65% dan suhu udara rata-rata 24-32 °C, serta curah hujan terendah terjadi pada bulan juni sampai dengan oktober. Iklim desa Rombasan sama dengan iklim keseluruhan Kabupaten Sumenep, yakni iklim tropis dengan 2 musim, yaitu musim hujan antara bulan Nopember – April dan musim kemarau antara April – Nopember,
Secara administrasi Desa Rombasan terletak sekitar 7 Km dari ibu kota Kecamatan Pragaan, kurang lebih 36 Km dari Kabupaten Sumenep, dengan dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga. Disebelah Utara berbatasan dengan Desa Kertagena Laok Kec. Kkadur Kab. Pamekasan, disebelah Timur berbatasan dengan Desa Larangan Perreng dan Desa Sentol Laok, disebelah Selatan berbatasan dengan Desa Sendang, Sedangkan disebelah Barat berbatasan dengan Desa Kaduara Timur.




Menata Desa Wisata Dengan Kearifan Lokal

Desa Rombasan merupakan salah satu desa yang ditunjuk oleh pemerintah Kabupaten Sumeneo menjadi desa rintisan wisata. Hal ini dilihat dari ...